Manajemen Waktu: Strategi Work From Home di Tengah Pandemi Covid-19

 

            

            Perubahan itu suatu keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Adanya perubahan menandakan masih ada pergerakan dan masih ada kehidupan. Perubahan dalam skala kecil maupun perubahan dalam skala besar. Perubahan yang berasal dari diri kita sendiri maupun perubahan yang berasal dari luar. Perubahan karena keadaan dan keterpaksaan maupun perubahan yang sengaja diciptakan. Adanya perubahan harus disikapi dengan bijak agar kehidupan, kegiatan dan pekerjaan bisa tetap berjalan. Melalui perubahan, manusia dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan  dipaksa untuk melakukan hal baru yang sebelumnya belum dilakukan. Perubahan dapat menimbulkan dampak yang bersifat positif dan negative. Dampak apa yang akan terjadi akibat perubahan tergantung manusia sendiri dalam menghadapi perubahan tersebut. Melalui perubahan pula kita dipaksa tangguh dan kuat, dipaksa untuk bisa terus bertahan dengan segala keadaan. Menurut John P. Kotter, ada delapan langkah untuk meningkatkan kemampuan manusia agar tetap survive bahkan produktiv saat terjadi perubahan. Diantara delapan langkah tersebut adalah: 1) Membangun rasa urgensi. ini dimaksudkan bahwa dengan adanya perubahan diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas. Beradaptasi dengan berubahan dengan mengambil sisi baikya dan mempelajari kondisi dan situasi yang sedang terjadi. 2) Membangun strategi untuk perubahan. Strategi diperlukan dalam perubahan. Langkah –langkah apa saja yang perlu dilakukan, tips apa saja yang perlu dilakukan untuk menghadapi perubahan yang sedang terjadi. Dengan persiapan dan strategi yang matang perubahan diharapkan tidak membawa dampak negatif tapi berdampak positif bagi kelangsungan tujuan-tujuan yang sudah ditetapkan. 3) Menyingkirkan hambatan dalam proses perubahan. Adanya transisi dari kebiasan lama dan kebiasaan baru memunculkan berbagai masalah dan hambatan. Ini yang harus diperhatikan untuk segera dicarikan solusinya. Dengan memahami hambatan yang muncul dan solusi yang tepat, diharapka adanya perubahan tidak menghambat tujuan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

            Adanya pandemi covid-19 membawa perubahan dari berbagai sector.Wabah yang mendunia ini telah banyak membawa korban meninggal dunia. Penularan covid-19 ini tergolong sangat cepat dan sulit diprediksi, karena orang yang terkena virus covid-19 ada juga yang tanpa gejala.  Kelihatan sehat-sehat saja namun ternyata orang tersebut positif terkena covid-19. Apalagi masa inkubasi covid-19 ini kurang lebih 14 hari, ini yang menyebabkan korban semakin banyak karena sulitnya terdeteksi. Interaksi sosial sesama manusia disinyalir penyebab utama virus ini dapat tertularkan, hingga akhirnya pemerintah mengeluarkan kebijakan “Work From Home”. Kebijakan ini sebagai upaya pemerintah untuk mengurangi kegiatan diluar rumah dengan tujuan menekan penularan covid-19.

            Kebijakan Work From Home dari pemerintah harus dijalani dengan segala persiapan dan kesiapannya. Hal baru memang memerlukan adaptasi, tak terkecualai dengan WFH ini, perlu proses transisi agar rencana-rencana yang jauh hari sudah ditetapkan terus berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan. Situasi dan keadaan tidak boleh dijadikan alasan untuk menghambat pekerjaan. Minggu pertama WFH merupakan transisi yang berat bagi sebagian orang, karena di minggu pertama inilah perubahan perubahan mulai berlangsung. Di lingkungan pendidikan yang biasanya pembelajaran dengan tatap muka berubah dengan pembelajaran daring. Sebagian besar perkantoran dan dan perusahaan yang menerapkan WFH juga mengalami perubahan dalam pelayanan. Ketidakhadiran secara fisik di tempat kerja, tidak komunikasi secara langsung dengan rekan kerja maupun atasan, kenyamanan dirumah, godaan untuk terus bersantai, ini merupakan masa masa sulit yang harus dihadapi di minggu pertama saat WFH. Karenanya jangan sampai keadaan seperti ini membuat terlena, namun tetap kembalikan pada tujuan semula bahwa situasi dan kondisi jangan sampai merubah apa yang sudah direncanakan sebelumnya.

Manajemen Waktu

            WFH bukan berati kita mengubah kebiasan yang sudah dilakukan sebelumnya. WFH ini hanya tempat kerjanya saja yang pindah, yang semula berada di kantor ataupun di kampus berpindah ke rumahnya masing-masing, dengan jenis dan ragam pekerjaan yang sama. Jadi ketika WFH ini diberlakukan maka jangan merubah kebiasan yang sudah bertahun tahun dijalani. Kalau sebelum WFH ini kebiasaan bangun pagi dan beraktifitas untuk menyelesaikan urusan domestic, maka ketika WFH diterapkan kebiasaan itu jangan diganti. Tetap bangun pagi seperti biasanya, bagi ibu-ibu tetap masak di pagi hari dan menyiapkan segala keperluan rumah tangga. Bonus waktu tidak ke kantor maupun ke kampus, tidak melaksanakan perjalanan yang memerlukan waktu 30 sampai 60 menit bagi yang rumahnya jauh dari kantor maupun kampus, itu dapat digunakan untuk aktifitas lainnya. Bonus waktu lebih itu bisa digunakan bersantai sejenak menata rumah maupun menata tanaman hias yang selama ini sedikit terabaikan karena harus pergi pagi pulang petang. Selanjutnya tetap beraktifitas seperti biasanya mengajar maupun melayani konsumen dengan sistem daring (online)

            Selama WFH ini harus ada target agar pekerjaan tidak terbengkalai dan akhirnya menumpuk. Walaupun WFH jam kerjanya lebih fleksibel namun adanya ceklist kegiatan dan target harian akan sangat membantu saat WFH, pekerjaan atau kegiatan apa yang harus dilakukan hari ini dan bagaimana capaiannya harus jelas. Hal ini juga berfungsi sebagai tolok ukur untuk melakukan pekerjaan atau kegiatan di hari-hari berikutnya. Jika ceklist kegiatan harian ini dibuat dan sudah genab seminggu, apa yang kita kerjakan selama seminggu itu bisa kita evaluasi  kekurangannya sehingga bisa melakukan perubahan untuk kebaikan di hari esok. Karena bagaimanapun kerja di rumah WFH ini banyak sekali godaannya, mulai nyamannya kasur, acara –acara di televisi bahkan asyik dengan gadget apabila tidak sadar diri.

            Ketika kita berada di kantor kita bisa focus untuk mengerjakan tugas tanpa ada gangguan yang signifikan. Namun lain lagi situasinya saat kita bekerja di rumah, hal hal kecil yang tidak sengaja kadang bisa menggangu produktifitas dalam bekerja. Karena itu ketika WFH maka sebaiknya keluarga diberikan pengertian bahwa, walaupun sedang berada dirumah tetapi tugas dan tanggungjawab pekerjaan harus tetap dijalankan. Tetap mengajar, rapat, maupun tetap melayani konsumen. Dengan memberitahu kepada keluarga diharapkan keluarga mengerti bahkan mendukung aktifitas saat WFH, dan bahkan mendukung sehingga produktifitas tidak terganggu.

Jalin Komunikasi

Untuk tetap bisa bekerja dan tidak ketinggalan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan di kantor maupun di kampus, saat WFH komunikasi dengan rekan kerja, atasan, maupun mahasiswa tetap harus dilaksanakan. Alat komunikasi yang sudah canggih ini membantu juga agar tetap produktif dalam bekerja. Bisa dengan telpon, whatsap video call maupun video converence jika memang diperlukan. Karena tidak semua pekerjaan itu bisa kita selesaikan sendiri, adakalanya kita memerlukan saran, bimbingan maupun arahan dari rekan kerja dan atasan. Informasi, tugas, perintah maupun himbauan  kadang juga dilewatkan WAG, untuk itu agar tidak ketinggalan informasi maka status wa hendaknya selalu aktif.

Demi mendukung komunikasi dengan berbagai pihak saat WFH, agar bisa melaksanakan pekerjaan dengan baik, agar tidak ketinggalan informasi,  koneksi internet disini sangat penting. WFH tidak bisa berjalan maximal tanpa adanya koneksi internet yang lancar. Semua aplikasi yang menunjang kelancaran WFH menggunakan jaringan internet. Mulai email, zoom, vmeet, google classroom, wa semuanya membutuhkan koneksi internet. sebagaimana dilansir pada https://m.detik/com/news/berita-jawa-timur/d-4963731/work-from-home-penggunaan-internet-masyarakat-jatim-naik-13  Momentum covid-19 hingga pemerintah mengeluarakan kebijakan WFH, ini berimbas pada penggunaan internet hingga naik 13%, ini hanya di wilayah jawa timur saja. Belum wilayah lainnya. Masyarakat rata-rata menggunakan internet 6 hingga 8 jam perhari. Bukan dari kalangan pekerja saja namun dari siswa dan mahasiswa untuk belajar melalui internet dan mengirim tugas melalui online. Kenaikan pengguna inilah yang kadang membuat internet lemot sehingga mengganggu aktifitas WFH. Sehingga banyak para pekerja WFH dadakan pasang wifi dirumahnya masing-masing. Bagi yang dirumahnya tidak  ada wifi harus siap-siap quota yang besar agar aktifitas tetap berjalan.

Kenyamanan saat bekerja

            Bekerja dengan nyaman tenang dan menyenangkan adalah impin semua orang. Dengan kenyamanan diharapkan bisa produktiv dan kreatif dalam menyikapi perubahaan saat pandemic ini. Ruang kerja atau tempat kerja saat WFH perlu diperhatian dalam meningkatkan produktivitas. Saat melakukan pekerjaan kantor di saat WFH yang dimaksud ruang kerja tidak harus berada diruangan tertutup. Ruang kerja ini bisa fleksibel yang penting memberikan kenyamanan dan inspirasi saat bekerja. Gazebo yang ada di halaman rumah bisa menjadi alternative saat WFH. Kerindangan di gazebo bisa menjadian kenyamanan. Teras juga bisa menjadi alternative digunakan saat bekerja WFH, ruang tamu juga bisa difungsikan, atau jika memang ada ruangan khusus bisa ditata sedemikian rupa yang bisa membuat nyaman dan menyenangan. Bekerja sendirian kadang menimbulkan kejenuhan karena itu diperlukan tempat dan penataan sesuai dengan keinginan. Tata ruang kerja saat WFH sesuai dengan keinginan kita, dimanapun tempatnya buat senyaman mungkin agar betah saat bekerja.

            Selain kenyamanan ruang kerja, saat WFH kesehatan juga harus diperhatian. Keasyikan WFH bisa mengganggu kesehatan apabila tidak disadari. WFH bukan berati memforsir tubuh tanpa adanya jeda. Duduk terlalu lama, menatap layar computer  terlalu lama akan menjadi masalah tersendiri. Karena itu perlu diperlukan istirahat yang cukup, makan yang cukup dan olahraga yang cukup agar tetap produktiv saat WFH. Dan satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah rasa senang saat  melalukan pekerjaan. Ini punya peran yang signifikan saat WFH.

            Semoga tetap semangat walaupun seharian berada di dalam rumah. Tetap produktif dengan segala situasi. WFH bukan berarti terkungkung, tapi masih bisa menjelajah dunia, masih bisa berinteraksi dengan sesama, masih bisa melaksanakan tugas dan kewajiban dengan cara yang berbeda dari sebelumnya dan masih bisa mendapatkan segala informasi dengan teknologi digital yang semakin canggih ini. Kata kata motivasi saja tidak cukup, namun perlu tindakan yang nyata. Fungsi-fungsi manajemen tidak hanya diterapkan dalam lembaga pendidikan maupun perusahaan.  WFH juga perlu memakai ilmu manajemen yakni Planning rencanakan apa yang akan dikerjakan Organizing koordinasi dengan atasan rekan kerja dan mahasiswa, Actuating mengimplementasikan apa yang sudah direncanakan dan dikoordinasikan, yang terakhir Controlling yaitu melakukan evaluasi pada apa yang sudah dilakukan sehingga bisa melakukan perbaikan. Stay at home,  stay safe and healty ! Semoga pandemic segera berakhir. Aamiin. []

 

Tentang Penulis

Penulis, Luluk Indarti lahir di Tulungagung 08 Mei 1978, bertempat tinggal di Desa Sukorejo RT/RW:03/02 Karangrejo Kabupaten Tulungagung. Penulis adalah Dosen aktif di IAIN Tulungagung. Pendidikan S1 PAI STAIN Tulungagung, S2 MPI STAIN Tulungagung, S3, MPI IAIN Tulungagung proses penyelesain Disertasi. Beberapa buku solo dan antologi telah penulis hasilkan.  Penulis juga aktif di beberapa kegiatan sosial masyarakat. Ketua PAC Fatayat NU Karangrejo periode 2010-2014 dan periode 2014-2018. Bendahara Lakpesdam NU Tulungagung periode 2015-2019 Wakil Ketua PC ISNU Tulungagung periode 2018-2022. Bendahara LTN NU periode 2019-2024, Wakil Ketua PC Fatayat NU Tulungagung periode 2019-2024 . Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Tulungagung periode 2017-2021. Penulis dapat dihubungi di no telp/Wa 085815777011 dan melalui email lulukhamdani@gmail.com

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terimakasih Covid-19, Engkau Membersamai Kami di Bulan Ramadhan

Corona, Daring : Paket Data dan Lika Likunya